Sunday, May 13, 2012

Saat

Saat waktu itu hadir,
Aku seolah memperalatkan masa.
Ibarat, waktu itu aku yang tentukan.

Saat ia berkumandang,
Aku seolah memekakkan telinga.
Ibarat, alunan itu tidak berlagu.

Saat jiwa ini sentak,
Aku persembahkan diri ini padaNya,
Ibarat anak kecil yang kehausan susu ibu.

Saat nanti ia memanggil,
Saat tibanya untuk kembali,
Saat itu pasti.

Ibarat aku meminta waktu itu kembali.
Ibarat aku ingin diputarkan ,apa yang berkumandang.
Ibarat aku takmampu untuk tinggalkan.
Aku bertahan.

Kau.. Tiada lagi saat yang dapat diibaratkan seperti apa apa.
Kosong.
Tawar.
Hilang.
Umpama aku yang terus
..untuk terus
dan terus lagi..
Bernafas juga bernyawa.
Hidup? Ataupun mati?
Huhh! *sinis*

 Selalu ingat,dari mana datangnya kau.